PADANGSIDIMPUAN, SUMATERA UTARA (togel online) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, merilis data resmi terbaru mengenai dampak bencana alam yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir. BPBD Tapsel mencatat total 15 orang meninggal dunia sebagai korban dari serangkaian bencana yang didominasi oleh banjir bandang dan tanah longsor.
Angka korban jiwa yang tinggi ini menunjukkan betapa parahnya dampak bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan tersebut.
I. Rincian Korban dan Jenis Bencana
Kepala BPBD Tapanuli Selatan, Sayuti Harahap, membenarkan bahwa data 15 korban meninggal dunia ini merupakan akumulasi dari beberapa kejadian bencana alam yang terjadi sepanjang musim penghujan ekstrem baru-baru ini.
Dominasi Bencana: Mayoritas korban jiwa disebabkan oleh tanah longsor yang menimpa permukiman warga dan memutus akses jalan, serta banjir bandang yang menyeret korban.
Wilayah Terdampak: Korban meninggal dunia tersebar di beberapa kecamatan yang memang dikenal rawan bencana, termasuk Sayur Matinggi, Batang Toru, dan Aek Bilah.
Status Pencarian: BPBD memastikan bahwa seluruh 15 korban yang dilaporkan hilang telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan (Basarnas, TNI/Polri, dan relawan) dan proses identifikasi telah diselesaikan untuk diserahkan kepada keluarga.
“Dengan berat hati kami umumkan, total korban meninggal dunia akibat bencana alam di Tapsel telah mencapai 15 orang. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena curah hujan masih tinggi dan risiko longsor susulan masih sangat nyata,” ujar Sayuti Harahap.
II. Kerugian Infrastruktur dan Langkah Pemulihan
Selain korban jiwa, BPBD Tapsel juga mencatat kerugian material yang sangat besar:
-
Kerusakan Rumah: Puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah hingga hanyut diterjang banjir bandang.
-
Akses Transportasi: Beberapa ruas jalan utama yang menghubungkan antar-kecamatan sempat terputus total akibat material longsoran, yang kini dalam tahap pembersihan dan perbaikan darurat.
-
Lahan Pertanian: Ratusan hektare lahan pertanian dan perkebunan warga terendam dan mengalami gagal panen, mengancam mata pencaharian warga.
Pemerintah Kabupaten Tapsel bersama Pemprov Sumatera Utara kini fokus pada fase tanggap darurat logistik dan rehabilitasi infrastruktur dasar, serta menyiapkan rencana relokasi bagi warga yang permukimannya berada di zona bahaya mutlak.